APAKAH CHILD FREE ITU WAJAR?


Alasan untuk menikah salah satunya adalah untuk memiliki keturunan, lalu jika ada pasangan yang tidak ingin memiliki anak apakah itu hal yang wajar?

So, di blog kali ini aku bakal ngebahas apa sih itu child free?

Jadi singkatnya child free itu adalah keputusan untuk tidak memiliki anak yang dilakukan secara volunteer.

Lalu mengapa pasangan tersebut memilih untuk tidak memiliki anak?

Keputusan untuk tidak memiliki anak ini (tidak) disebabkan oleh adanya faktor seperti mandul, penyakit atau faktor lainnya yang bersifat secara (fisikal).

Biasanya keputusan ini diambil karena faktor (kesiapan) dan (pola pikir) yang mereka anut.

Lanjut bahas, apa sih faktor kesiapan dan pola pikir yang dimaksud itu?

Pertama kita bahas soal faktor kesiapan, nah faktor kesiapan ini terbagi menjadi dua, yaitu : kesiapan materil dan mental.

Tentu kita tau bahwa untuk memiliki anak kita bertanggung jawab untuk membiayai anak tersebut bahkan sejak ia masih dalam kandung hingga ia mampu mandiri, sebagai orang tua kita juga harus memberikan tempat tinggal yang layak, memberikan pendidikan yang baik, serta memenuhi kebutuhan lainnya bagi si anak.

Ada beberapa pasangan yang menyadari •Mereka sulit secara ekonomi
•Kerjaan yang tidak stabil
•Profit pemasukan yang tidak tetap
•Belum memiliki rumah 

Dan hal lainnya yang membuat mereka merasa bahwa keputusan tidak memiliki anak adalah hal yang paling tepat karena mereka tidak ingin anak tersebut kelak terlantar dan tumbuh dalam kesulitan.


Kemudian tentang kesiapan mental, nah kesiapan mental ini atau pola pikir yang mereka anut sifatnya sangat beragam seperti :
•Memang mereka tidak punya impian seperti membangun keluarga yang umum dimiliki orang lain (bapak, ibu, dan anak).
•Rasa takut tidak bisa mendidik anak
•Rasa takut akan perubahan fisik ketika hamil dan sesudah melahirkan.
•Rasa takut tidak dapat menjaga anak tersebut di zaman di mana kejahatan sangat merajalela.
•Rasa takut tidak dapat menjalani kehidupan yang sesuai dengan yang mereka inginkan sebab terjadi keterbatasan karena harus merawat dan mendidik anak tersebut.

2 faktor utama itulah yang membuat mereka memutuskan child free dalam pernikahan mereka.

Lalu apakah hal tersebut dianggap normal?
Jawabnya adalah ya itu adalah sesuatu yang normal tapi memang akan menimbulkan pro-kontra dimasyarakat karena hal ini di anggap tidak tabu.

Tetapi sebenarnya keputusan untuk child free itu bisa dianggap cukup baik mengingat memang di zaman sekarang semuanya serba mahal, populasi manusia sudah sangat overload, dan juga sulit memberikan didikan kepada anak di zaman banyak hal yang bisa mereka contoh dari apa yang mereka lihat dan dengar melalui sosial media dan teknologi yang terus berkembang.

Jadi untuk menghindari hal-hal buruk terhadap anak tersebut yang mungkin dampaknya akan bisa jadi dirasakan orang lain juga child free merupakan salah satu opsi untuk mencari solusi.

Well, itu dia pembahasan tentang child free, terimakasih sudah membaca.

Thank u...
SIGNATURE : Mr.Fa'ad

Postingan populer dari blog ini

KUTIPAN BUKU "MAAF TUHAN AKU HAMPIR MENYERAH"

ANOREXIA NERVOSA

6 CIRI INNER CHILD