TOXIC PARENTS & TOXIC PARENTING
Orangtua dianggap sebagai sosok pahlawan yang memberikan perlindungan bagi anaknya.
Orangtua dianggap sebagai sosok pemberi cinta kasih paling tulus tanpa pamri dan balasan.
Orangtua dianggap sebagai sosok yang menjadi support system paling utama yang akan selalu ada dalam situasi apapun.
Tetapi bagaimana jika orangtua tidak memberikan rasa aman terhadap anaknya?
Bagaimana jika orangtua justru jahat dan menyakiti sang anak secara psikis maupun fisik atau menyakiti secara verbal dan nonverbal?
Bagaimana jika orangtua justru menjadi seorang pem-Bully terhadap anaknya?
Jadi diblog kali ini aku bakal menjelaskan apa itu toxic parents dengan parenting yang salah dan apa yang harus kita lakukan jika kita berada disituasi seperti itu.
Memiliki orangtua yang toxic atau mengalami parenting yang toxic memang bukan sesuatu yang kita inginkan atau dapat kita hindari, tetapi jika memang sudah menyadari hal itu terjadi pada diri kita maka kita harus punya barrier untuk menentukan sikap.
Pertama jika toxic parenting yang kita terima bentuknya psikis dan verbal yang bisa kita lakukan adalah memilah kata-kata mana yang orangtua sampaikan perlu di internalisasi menjadi sebuah label-label pada diri kita.
Contoh misalnya ketika orangtua membandingkan kita dengan anak temannya kita bisa dengan diam dan dengarkan saja tapi tidak perlu diterima karena kamu ya kamu bukan orang lain atau jika bisa lakukan komunikasi yang asertif kepada orangtua.
Komunikasi asertif ini merupakan cara untuk menyampaikan kepada orangtua bahwa kita terluka dengan ucapan mereka, tapi cara kita menyampaikan itu tidak melukai orang tua kita juga atau jadi memancing emosinya, contohnya jangan mencela ketika orang tua masih bicara, biarkan mereka selesai dulu lalu kemudian kita bicara, jika mereka belum selesai bicara maka kita akan dianggap melawan.
Kedua jika kita mengalami toxic parenting secara fisik atau nonverbal kita harus melihat batas toleransi pada diri kita, jika sifatnya sudah sampai menciptakan sebuah kecacatan atau bisa jadi sebuah pelecehan maka ini sudah menjadi sebuah kejahatan yang perlu diatasi dengan bantuan pihak ke tiga, itu artinya kita perlu minta bantuan dari orang lain, kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi karena jika sudah melukai secara fisik atau nonverbal maka kemungkinannya besar untuk diulangi dengan cara yang lebih tidak manusiawi lagi.
Parenting toxic ini ada beberapa tipe, tentunya ini tidak boleh kita ulangi kembali ke anak kita kelak.
Pertama ada tipe parenting dimana orangtua justru menjadi seorang pem-Bully bagi sang anak, misal ketika anaknya mendapat nilai yang tidak sempurna orangtua justru menghina dengan mengatakan anaknya bodoh, tentu ucapan buruk seperti itu akan membuat mental anak menjadi down bahkan dia akan melabeli dirinya sebagai anak yang memang bodoh dan akhirnya dia tidak memiliki keinginan untuk berkembang lagi.
Kedua ada tipe parenting dimana orangtua membebankan keinginan dan harapan mereka kepada anak tapi tidak memberikan support terhadap anak tersebut baik secara materil maupun nonmateril.
Ketiga ada tipe parenting dimana orangtua sangat otoriter terhadap anaknya, anak tidak diberikan kebebasan untuk berpendapat, menentukan pilihan, dan benar-benar sang anak hidup dalam perintah dan pola pikir dari orangtuanya saja.
Dan terakhir adalah tipe parenting yang permisif, tipe pola asuh ini orangtua justru cenderung memberikan kebebasan, terlalu memanjakan dan juga menganggap semua perbuatan anaknya benar.
Contoh kasus dari pola asuh ini misalnya adalah membiarkan anaknya bolos, memberikan semua yang diinginkan anaknya, dan juga membela mati-matian dan tidak mengakui bahwa anaknya telah melakukan kesalahan.
Tentu pola asuh seperti ini akan membentuk kepribadian buruk di diri anak dimana anak akan memiliki karakter yang bisa mudah melanggar norma-norma dan tidak takut melakukan perbuatan buruk karena merasa akan selalu dibela.
Jadi itu tadi adalah solusi & penjelasan tentang apa saja tipe-tipe parenting yang stop tidak boleh diterapkan lagi kepada anak kita.
Kita harus bisa menjadi orangtua yang baik dan menjadikan anak kita baik pula.
Well, terimakasih banyak sudah mau membaca.
THANK U...
SIGNATURE : Mr.Fa'ad